Obat Setres? Menulislah…

            Foto: Lari Seru /dokpri Hai, saya Dennise Mau cerita nih sebagai warga Depok yang berdampingan dengan Jakarta, saya paling rajin buat status WA/ maupun …

Read More

Mau Happy? Wajib Healing

    Kumpul bersama my bestie Hai bestie, Kalian merasakan gak sih bahwa di Jabotabek ini puanasssnya minta ampun ya. Tempat tinggalku di Depok, komplek memang rumah ya dempet. Namun …

Read More

Jangan Lengah! Demam Berdarah Ada di Sekitar Kita #Ayo3MPlusVaksinDBD

“Mohon bantuannya untuk teman-teman di grup ini. Anak saya butuh bantuan darah AB, karena trombositnya turun”, sebuah pesan di grup WA dari seorang teman Nita.

“Anakmu sakit apa Nit?”, tanyaku.

“Demam Berdarah Dennise. Aku merasa kecolongan. misalnya dirumah sudah bersih. Setiap hari menjelang tidur kamar disemprot anti nyamuk, tapi…”, suara isak Nita terdengar.

“Ya Namanya musikbah. Kita tidak bisa nolak. Mudah-mudahan segera ada yang mendonor ya. Aku maaf tidak bisa karena golongan darahnya A”

Demam berdarah d engue atau yang lebih familiar disebut dengan DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk  Aedes aegypti dan Aedes albopictus . Siapapun bisa mengalaminya tanpa melihat usia (tua-muda), jenis kelamin (pria-wanita).  

Nah seperti apa DBD itu dan bagaimana penanganannya? 

Beruntung sekali saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan ahlinya di kesempatan Selasa 31 Mei 2023 dalam talkshow yang bertajuk Demam Berdarah di Sekitar Kita.

Bertempat di Raffles Kuningan, Jakarta acara yang berlangsung mulai pukul 14.00 menghadirkan naras sumber: dr.Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Kepala Biro Komunikasi Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia), Dr.dr. Anggraini Alam, Sp.A (K) – Ketua UKK Infeksi & Penyakit Tropis-IDAI dan pasangan suami istri yang juga public figure Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morschek.

Diawal talkshow hadir dr.Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang menceritakan terkini demam berdarah di tahun 2023 dan program inovasi penangulan demam berdarah di Indonesia yang sudah dilakukan dari tahun 1968-2022.

Lebih jauh lagi dr.Sitipun mengungkapkan bagaimana Strategi Nasional Penanggulangan Demam Berdarah sejak tahun 2021-2025.

Selesai dr.Siti dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr.dr. Anggraini Alam,Sp.A(K) yang mengangkat tema, Pencegahan dan Penanganan Demam Berdarah Dengue.

Mengenal Demam Berdarah Demam Berdarah dan Pencegahannya

 

Demam berdarah Demam berdarah itu disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus .

Penting diketahui ada beberapa fakta tentang Demam berdarah yaitu:

Anak-anak lebih berisiko terkena kasus demam berdarah yang berat dibandingkan orang dewasa.

Tahun 2022, 40% kasus Demam Berdarah di Indonesia dan 73% kasus kematian Demam Berdarah terjadi pada kelompok usia 0-14 tahun.

Dr.dr. Anggraini Alam,Sp.A(K) mengatakan,

“Kita patut waspada ketika anak atau anggota keluarga yang terkena Demam Berdarah saat hari ke-3 atau saat demam mulai turun. Ini justru tanda bahaya”

“Untuk itu kita perlu melakukan 3 M di rumah. Apa itu 3M?”

Menguras

Penting melakukan pengurasan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan udara seperti bak mandi, tempat penampungan udara kulkas dan lain-lain.

Menutup

Tempat penampungan udara seperti toren air, ember penting banget untuk ditutup

Mengubur 

Barang-barang bekas yang memiliki potensi untuk perkembangan nyamuk demam berdarah perlu dikubur.

Namun tidak hanya 3M saja Dr. Anggraini Alampun menambahkan lagi,

“Ditambah Vaksin DBD. Hal ini memberikan perlindungan penuh pada keluarga. Jadi demam berdarah adalah penyakit yang bisa dicegah dengan 3M+Vaksin. Oh ya vaksin DBD pun sudah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)”.

Senada dengan ucapan Dr. Anggraini Alam, pasangan Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morschek berbagi cerita tentang demam berdarah yang dialami.

“Saya ketika usia belasan tahun pernah mengalami sakit demam berdarah. Panasnya tinggi sekali hingga sekitar 39-40 derajat Celcius. Sangat tidak nyaman”, cerita Ringgo.

“Tidak hanya suami saya saja yang alami. Tetapi anak saya yang masih kecilpun mengalami demam berdarah”, cerita Sabai Morschek.

‘Sebagai ibu dan juga istri di rumah saya melakukan 3M untuk mencegah hadirnya nyamuk Aedes aegypti

“Masalah demam berdarah di keluarga saya selalui menghantui sepanjang tahun, meninggalkan trauma terhadap nyamuk apapun. Jadi ingat ketika saya kerja di luar kota mendapat kabar anak saya yang kecil dirawat di rumahsakit karena demam berdarah dan tentunya hal itu tidak mau terulang lagi,untuk itu penting banget melindungi anggota keluarga dari demam berdarah kami melakukan vaksin. Dengan adanya vaksin DBD, saya dan Sabai lebih tenang, perlindungan yang sangat keluarga saya perlukan”, ucap pemain film Get Married ini.

Jangan lengah demam berdarah ada di sekitar kita. Jadi, mari kita bersama cegah DBD dengan # Ayo3MPlusVaksin DBD . (D/s) 

C-ANPROM/ID/QDE/0140 | Agustus 2023