Teman Toxic Merugikan, Cirinya?Ini dia…

Hai bestie apa kabar…

Semoga kalian sehat semua dan punya hati yang damai sejahtera. By the way memang penting banget ya punya hati yang damai? ya penting dong. Apa jadinya kalau Anda punya hati yang tidak tentram, diliputi rasa kesal, dengki, iri. Aduh…jauh-jauh deh ya.

Atau mungkin Anda tidak seperti itu tetapi teman Anda ada yang punya hati tidak lurus alias bawaannya julid terus gak bisa lihat orang senang. Nih, aku punya cerita sebut saja Fangfang namanya. Dia teman dalam satu komunitas keagamaan. Suatu hari saat kami sedang ibadah bersama sempat-sempatnya wanita berkulit putih ini ngomong gini,

“Eh Dennise kamu perhatiin deh si Tania itu. Dia’kan janda terus gak kerja. Tapi setiapkali bertemu tasnya ganti baru. Uang darimana ya?”, bisiknya

“Ya’kan dia punya anak yang sudah besar, bisa jadi anaknya yang belikan Fang”

“Ah rasanya gak mungkin deh, anaknya’kan masih kuliah. Duit darimana? atau jangan-jangan dia jadi pelakor?”

“Hus gak baik gosipin orang lain. Positif thingking saja tasnya bukan beli tapi dikasih saudaranya. Kan Tania itu bersaudara banyak”, Fangfang diam walaupun sepertinya belum puas mendengar jawabanku.

Namun alangkah terkejutnya aku ketika suatu hari Tania telphone aku,

“Dennise sorry aku mau tanya kamu bungain uang ya?”, tanya Tania hati-hati

“Hah, gila! kata siapa?”

“Fangfang. Dia bilang kamu kaya karena bungain uang, jangan ya say dosa!”

“Ah gila! kamu gak perlu juga nasehatin aku. Lagipula siapa yang kaya. Ini ya Fangfang, toxic banget. Dia buat cerita ngarang. Gara-gara dia mau pinjam uang, aku gak kasih. Yang sebelumnya saja nyicil masih tersendat. Aku pinjamin uang karena kasihan, datang ke aku nangis-nangis. Eh ini karang cerita aku pinjamin uang pakai bunga. Hadeuh! parah banget nih orang ya”

Cerita diatas tadi mungkin bukan saja aku yang alami, tetapi banyak juga disini yang mengalami berteman tetapi ternyata si teman toxic.

Toxic adalah seseorang yang “beracun” atau sifat pribadi yang suka menyusahkan dan merugikan orang lain baik itu secara fisik maupun emosional. Seseorang bisa dianggap racun ketika ia menebarkan energi negatif ke lingkungan sekitar.

Teman Toxic merugikan? Ini cirinya:

Baca juga: Toxic Relationship: Bertahan atau Keluar

Hot Gosip

Seperti cerita aku diatas, berteman dengan Fangfang yang memang senang buat gosip panas dan adu domba. Weleh teman yang seperti ini, benar-benar wajib dijauhin. Percuma mempertahankan gak ada untungnya. Bisa-bisa hubungan pertemanan yang sebelumnya baik masuk yang seperti ini jadi bubar karena sering digosok.

Mengeluh

Setiap kita pasti pernah kecewa. Dan efek dari kecewa itu adalah mengeluh. Wajar sih mengeluh namanya manusia pasti pernah alami rasa kecewa. Tetapi kalau setiapkali bertemu teman mengeluh terus apa jadinya ya. Rasanya sepanjang hidupnya tidak pernah bahagia, mengeluh terus. Apa iya sepanjang hidupnya tidak pernah bahagia?

Kesel gak sih? lebih baik tinggalkan saja teman seperti ini karena kalau terus berlangsung Andapun bisa terbawa dengan pribadinya yang tidak bisa bersyukur.

Tidak Mau Kalah

Tipe teman toxic lainnya yang nyebelin dalam relationship adalah yang tidak mau mengalah. Menurut orang seperti ini dia saja yang benar yang lain pendapatnya salah. Pokoknya kalau berdebat tidak mau disalahkan. Dan yang seperti ini tidak malu untuk ngotot membenarkan diri walaupun sebenarnya dia salah. Ooo…

Meningkung

Contoh teman menikung misalkan Anda berbisnis dengan si A. Dengan nilai investasi yang sama 50: 50. Tetapi bisa saja karena ingin mendapati keuntungan yang lebih bisa saja dia menikung dari belakang untuk mengambil keuntungan secara diam-diam. Hati-hati ya!

Sumber: tiktok @dennisesihombing

Pinjam Uang

Hal yang sensitif dalam pertemanan adalah urusan pinjam uang. Dalam sebuah relationship pertemanan bisa hancur hanya karena hutang pinjam uang. Gampang pinjamnya tetapi untuk mengembalikan hutangnya susah banget.

Jadi ingat cerpen HUTANG yang ditulis my bestie Ugik Magyo di blognya www. ugikmagyo.com yang berjudul hutang. Seringkali yang pinjam itu lebih galak ketika ditagih daripada pemilik uang. Jadi sebaiknya kalaupun Anda ingin meminjamkan uang lebih baik kenali dulu deh sifatnya. Kalau sekiranya tempramental walaupun datang sambil menangis guling-gulingan (ada loh yang kaya gini) lebih baik saranku tidak usah ya.

Baca juga: Uang: Berkah Vs Musibah?

Menjerumuskan

Hati-hati dalam pertemanan. Tidak semua teman baik tujuannya tulus berteman. Ada teman yang mencari keuntungan. Misalkan saja teman Anda seorang pemakai narkoba lalu dia awalnya memberi gratis untuk Anda mencoba. Karena gratis,dinikmati dan akhirnya ketergantungan untuk mencari. Ini yang bahaya. Dalam pergaulan teman bisa menjerumuskan dengan berbagai cara. Ada tipe teman yang seperti ini, dia merasa dirinya sudah hancur, dia tidak mau sendiri ajak temannya biar sama-sama hancur.

Tidak Memberi Solusi

Nah tipe teman yang seperti ini egois banget. Namanya teman itu’kan siap sedia dalam berbagai situasi suka dan duka. Kalau hanya mau sukanya saja tidak mau ikut mengalami “duka” itu namanya bukan teman. Duka itu tidak harus kehilangan keluarga tercinta. Bisa jadi mengalami kesedihan misalkan anggota keluarga sakit keras, kecelakaan, anak sakit. Nah, teman kalau dibagi cerita saja malas menjadi pendengar yang baik lebih baik tinggalkan!

Datang Hanya Butuh

Ada juga teman yang datang hanya karena butuh saja. Ada’kan ya teman yang udah lama nih hilang dipermukaan tiba-tiba hadir. Teman yang seperti ini bisa ditandai teman baik atau jutru toxic ketika dia hadir bawa sejuta masalah (entah itu masalah benar atau drama semata ya) dan tentunya meminta Anda untuk menanggung masalahnya. Wadaouw….

Tidak Memiliki Empati

Nah teman yang seperti ini sifat egonya besar sekali. Dia tidak memiliki sifat empati kepada sesama. Misalkan saja, seorang teman mengalami kesusahan, sakit misalnya. Jangankan diminta untuk urunan memberi, untuk hadir menjenguk saja berat langkahnya. Ada saja alasannya, ya sibuklah, ya anak gak ada yang jagainlah. Intinya sih tidak mau susah ya. Kan kalau niat bisa saja waktunya disisihkan.

So bestie,

Disekitar kita banyak teman yang toxic. Terkadang saru ya melihat antara teman yang tulus berteman dengan yang yang punya kepentingan terselubung, jadi smart thingking cinta dalam memilah teman ya. Teman tidak perlu banyak, 2-3 orang kalau berkualitas itu jauh lebih baik daripada banyak tetapi membebani (D/s)

42 thoughts on “Teman Toxic Merugikan, Cirinya?Ini dia…”

  1. Soal uang ini jangankan antara teman, antar saudara sedarah saja bisa jadi pemicu permasalahan. Memang rawan. Untuk menghindarinya saat mengetahui teman atau siapa saja memiliki ciri sebagai orang yg toxic, saya segera menghindari saja. Berusaha untuk berteman dan berkomunitas dengan yang membawa perubahan baik saja

    Reply
  2. Kayaknya di setiap circle pertemanan, ada saja yang toxic gini, ya, Mak? Aku pun pernah mengalaminya. Teman yang kalau nggak suka sama seseorang, dia ngajak-ngajak orang lain untuk nggak suka juga sama orang itu. Haha. Memang lebih baik ditinggalkan, yaaa.

    Reply
  3. Faaang.. Faaang…. udah tau cari temen susyaaah lah kok pake fitnah temen pula 🙁
    dan urusan yang diangkat juga sepele dan klasik : uang .. lagi lagi uang! Bisa ketebak endingnya, ni orang kalo di akhir hidupnya ga punya temen ya Dennise

    Reply
  4. Shock kalau ternyata malah kayak gitu mba. Toxic people biasanya aku jaga jarak. Agak sulit kalau tetangga yg toxic. Udahlah kadang papasan 😆
    Smoga kita dijauhkan dari toxic people ya mbaa. Ciri2nya jelas banget seperti yg mba dennise tulis

    Reply
  5. Males banget deh kan kalau punya circle toxic. Makanya ada pepatah, bertemanlah dengan penjual minyak wangi biar kamu tertular baunya. Nah bahayanya kalau punya temen toxic pasti kita juga bakal kena imbasnya ce[et apa lambat.

    Reply
  6. Toxic..dia di depan kita ngomong apa, sama yang lain sebaliknya.
    Terus dia maunya sama kita dengan ngejelekin teman yang lain. Sementara dengan teman yang lain dia juga ngejelekin kita.
    Pokoknya ajaib teman toxic ini…mending jauhin karena bikin pengaruh negatif.
    Btw, ulasan menarik Kak Dennise

    Reply
  7. Bicara teman sahabat. Duh entah banyak pola yah. Nah, saya termasuk yg cuek , tapi kadang ngadain si toxic butuh ketegasan dan muka datar, hahaha. Asal jangan menghina, main fisik. Aku masih bisa anggap baik2 saja sih

    Reply
  8. Bener banget kakakkuu….
    Teman yang baik itu membuat diri kita lebih baik juga, bukan sibuk nyinyir sana sini tiap ketemu.

    Alhamdulillah aq punya sahabat sejak SMP SmA kuliah sampai skrg masih baik baik saja meski kami jauhh di beda2 kota.

    Reply
  9. Semoga dijauhkan aja deh dari teman yang seperti itu, dan ga kalah pentingnya kita harus rajin introspeksi diri agar menjadi pribadi yang berperilaku baik terhadap diri sendiri terlebih terhadap orang lain di sekitar kita

    Reply
  10. Barruuu hari ini kak Dennise, aku bilang ke anak-anak untuk jangan menjadi pribadi yang toxic. Ya, salah satu contohnya memanfaatkan kelemahan teman untuk dijadikan pijakan agar membenarkan dan mendukung segala perbuatan diri sendiri, even perbuatan itu benar atau salah.

    Aku nasehatin gini karena pergaulan anak sekarang itu rentan sekali dengan negative comment, bullying sampai toxic friendship yang bisa jadi mematikan karakter seseorang.

    Reply
  11. Bener-bener kaya adu domba ya mbak teman macam ini, toxic banget cuma gara2 keinginannya gak tercapai. Banyak juga teman yang suka memanfaatkan teman ya, baik2 kalua ada maunya aja

    Reply
  12. Hahaha ternyata banyak juga ya ciri-ciri teman yang toxic…emang sebaiknya dihindari sih teman model begini kecuali emang kitanya yang tahan gak bakalan terdampak apa pun …

    Reply
  13. Duh ciri-ciri teman toksik ini yang perlu kita waspadai saat bergaul ya, maksud hati ingin menambah teman menjalin silturahmi dan berbagi suka duka eh malah dapat teman jahat…duh duh..seram…

    Reply
  14. Banyak memang ya ciri temen toksik ini. Aku sendiri pernah ngerasa ada di lingkungan toksik begitu. Aku ke luar aja. Gak sehat ke akunya. Jadi kebawa-bawa gitu. Tapi aku juga mikir, apa aku toksik juga ke orang? Mungkin gak dengan ciri yang disebutin di atas. Sekarang sih, aku berusaha jadi teman yang baik aja. Yang ada saat teman perlu. Kalo temen gak perlu, ya aku gak berusaha hadir. Gapapa circle pertemanan makin kecil. Yang penting aku gak kebawa toksik atau jadi toksik ke orang lain. 😀

    Reply
  15. Ini nih yang teman makan teman, dibaikin malah jeek jelekin yang baikin, ya kesel sih, bacanya aja kesel apalagi ngalamin sendiri haha. Tapi bener mbak, orang toxic itu emang harus dijauhin, bikin hidup makin stres aja 😀

    Reply

Leave a Comment