

Harta yang berharga adalah keluarga
Hallo bestie,
Kita cerita tentang hidup yuk. Disini siapa yang ketika masih muda bercita-cita punya rumahtangga langgeng sampai maut memisahkan? hidupnya bahagia disayang pasangan, punya anak-anak manis yang tidak merepotkan. Ah kehidupan surga serba indah siapapun mau ya. Termasuk aku tentunya.
Kisah Dennise si anak tunggal,
bermimpi kelak nanti berkeluarga semua itu sesuai dengan impian dimasa muda bersuamikan pria baik. Oh ya cerita dulu nih, papanya anak-anak sebut saja namanya Reno adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Nah, dia itu anak kesayangan orangtuanya. Karena satu-satunya anak laki-laki di keluarga dan lama dapatnya.
Setelah 10 tahun berumahtangga dapatlah Reno ini. Setelah itu baru lahirlah 4 adiknya perempuan semua. Selama kami berpacaran semua hal baik aku dapatkan. Pria baik, gak neko-neko. Apalagi kami beda jauh 10 tahun, itu yang membuat dia banyak ngalah ya padaku. Terkadang sifat ego-nya anak tunggal seperti aku ini keluar, tidak mau ngalah, he…he…he.
Masa pacaran hanya 10 bulan semua indahnya tidak ada buruknya satupun, membuat aku mantap melanggeng ke pernikahan. Saat itu calonku usia 35 dan aku 25 tahun paslah untuk menikah. Apalagi orangtua kedua belah pihak mendukung.
Rumahtangga Itu Surga atau Neraka?
Bayanganku rumahtangga itu seperti di surga, indah semua. Apalagi kami sudah trial 10 bulan pacaran indah semua. Dimataku pria bernama Reno sempurna tidak ada cacatnya. Hmmm…sempurna lagi pacaran. Tetapi 3 bulan setelah menikah,
Buruknya semua terbongkar,
Ya, siapa sangka kalau ternyata Reno itu seorang pemabuk. Tiada hari tanpa minum keras dan gemar berjudi. Akibat dari judi tentunya gaji yang didapatkan sebagai kepala kredit di bank swasta tidak pernah aku rasakan.
Tiada hari tanpa pertengkaran. Awalnya aku memaafkan ketika Reno minta maaf. Dimaafkan, taubat hanya 2-3 hari setelah itu berulah lagi. Walaupun sampai punya 2 anak Reno tidak bisa mengubah sifat buruknya. Tidak menafkahi keluarga dan senang foya-foya.
Dan yang sangat menyedihkan orangtua dari Reno (terutama ibunya) tidak berusaha untuk menginsyafkan anaknya namun justru membela anaknya. Entah mengapa Reno yang ketika kami pacaran seorang pria “mature” justru terkuak aslinya saat kami menikah. Dia kekanakan dan anak mami. Apa mungkin karena dia pria satu-satunya? sehingga sangat dimanja orangtuanya. Entahlah!

Kiri-kanan: Glory, aku dan Rachel
Sampai akhirnya,
Kami berpisah memasuki usia rumahtangga 4,5 tahun. Sangat singkat namun itu yang terbaik. Perasaanku saat itu jika harus dilukiskan malu yang sangat amat (terutama dengan keluarga besar), sedih (merasa tidak dihargai sebagai istri ) dan kecewa (diluar ekspetasiku ternyata rumahtangga neraka yang kudapatkan). Tiada hari tanpa pertengkaran.
Ibu Ani, My Inspiration
Seorang anak tetaplah menjadi anak. Ketika kesedihan tak terbendung rasa malupun tersingkirkan. Aku datangi ibuku di beda kota menceritakan yang sebenarnya.
“Bu, maafkan aku terpaksa harus berpisah”
Ibu tidak menjawab rona wajahnya berubah. Bukan marah tetapi sangat sedih yang mendalam.
“Tidak bisa dipertahankan lagi nak?”
“Aku sudah coba bu. Mengalah dan mengalah namun Reno tak berubah. Aku tidak kuat bu. Hutangnya dimana-mana. Kami sudah tidak memiliki apa-apalagi karena rumah berikut isinya sudah digadaikan di meja judi. Maafkan aku, sudah mengecewakan ibu.”
Aku tahu ibu kecewa, sedih. Namun ibu tetaplah ibu yang memiliki rasa sayang yang luar biasa. Seperti sebuah lagu,
“Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa…”
“Nak, peristiwa yang kamu alami mengingatkan ibu pada kakekmu, ayah ibu yang juga gemar judi. Dia itu dulu saudagar kaya yang uangnya banyak tanpa seri. Sayangnya kakek bukanlah pria baik. Uang dihamburkan dan banyak selirnya. Kasihan nenek! walaupun bersuamikan pria kaya tetapi tidak menikmati. Nenek berjuang menyekolahkan ibu dan saudara-saudara yang lain.
Saat itu untuk ibu dan saudara ibu perempuan hanya sampai Sekolah Rakyat (SR) kalau sekarang sejajar dengan Sekolah Dasar. Namun berbeda dengan anak pria. Adik dan abangnya ibu, semua kuliah.
“Pamanmu itu ada yang kuliah di ITB dan IPB”, ucap ibu sambil menerawang.
Wajahnya sumringgah, ada rasa bangga menceritakan perjuangan seorang ibu yang berhasil membesarkan 6 anaknya (termasuk ibuku ) dan sukses.
“Nak, kita manusia diberi akal dan pikiran oleh Sang Pencipta untuk digunakan. Kalau Reno seperti itu kamu harus bangkit. Jangan lihat ke belakang. Kamu harus bisa membesarkan 2 anak-anakmu. Nenekmu saja 6 anak bisa disekolahkan. Padahal nenek cuma ibu rumahtangga dari saudagar kaya tetapi tidak dinafkahi.Nenek berjuang bagaimana agar anak-anaknya bisa punya kehidupan yang layak”.
Lanjut ibu lagi,
“Ayahmu juga sama’kan nak, tidak bertanggungjawab. Gajinya banyak’kan dipakai untuk foya-foya beli minuman keras. Ibu dikasih uang seadanya. Lebih banyak penghasilan ayah dipakai untuk bersenang-senang. Untungnya ayahmu tidak gemar judi dan bermain perempuan sehingga ibu tidak tersakiti. Ibu berhikmat saja bertahan dengan pernikahan yang jauh dari bahagia”.
Dengan keahlian menjahit yang ibu miliki jadilah penjahit. Walaupun tidak pasti penghasilannya tetapi ibu selalu bersyukur dan tidak pernah mengeluh. Aku ingat setiap malam menemaninya menjahit dengan mesin jahitnya yang sudah usang. Sementara ayah pulang malam dengan kondisi mabuk minuman keras.
Masih menancap erat dibenakku ibu memapah ayah yang pulang mabuk, jalan sempoyongan dengan minuman keras masih ada ditangannya. Ibu tidak marah. Beliau membersihkan muntahan ayah di ruang tengah dan kami memapah ayah ke tempat tidur. Rasanya tidak masuk akal, semulia itu hati ibu pada ayah yang tidak bertanggungjawab.
“Kalau hati dan pikiran kita baik maka Tuhan pasti menolong. Jangan banyak mengeluh, agar berkat menghampirimu.”
Ucapan ibuku yang pendidikannya hanya sampai SR sangat memotivasiku.
“Ikhlas, jangan simpan dendam. Percayalah Tuhan tidak meninggalkanmu”
Kuat Berkat Ibu
Tidak mudah menjalani hidup sebagai single mom untuk dua anak yang masih kecil-kecil saat itu. Rachel 4,5 tahun dan Glory 18 bulan. Apalagi saat berpisah dengan papanya anak-anak tidak ada harta gono-gini dan anak-anak tidak dibiayai hidupnya.
Ya, saat hidup sebagai suami istri saja Reno tidak bertanggungjawab secara finansial, apalagi setelah berpisah. Aku selalu ingat (lagi) kata-kata ibu,
“Menangis boleh, tetapi jangan keterusan. Karena hidup ini harus terus berjalan. Anak-anakmu adalah tanggungjawabmu yang harus diperjuangkan”
Booster Ibu,
Ya kembali lagi aku mendapatkan booster semangat dari ibu. Jangan menyerah dengan keadaan.
“Taklukan masalahmu dengan semangatmu. Jadikan Tuhan tempatmu berbagi cerita”
Ah ibu, tak putus ibu menyemangatiku untuk ora et labora (berdo’a dan bekerja). Beliau selalu mengatakan rejeki tidak datang begitu saja dari langit hanya dengan berdo’a, kita juga harus rajin bekerja.
“Jangan mengasihi diri sendiri, sehingga kamu lemah.”
Nasihat ibu dalam sekali. Mengasihi diri artinya, iba dengan keadaan diri sendiri. Sehingga merasa lemah tak punya semangat hidup padahal ada 2 anak yang harus diperjuangkan masa depannya.
Badai Itu Telah Berlalu
Do’a selalu padaNya, agar Tuhan beri umur panjang untuk ibu. Aku sangat khawatir sekali ibu sakit apalagi anak-anak masih kecil. Jujur, kalaupun saat itu aku dibantu Asisten Rumahtangga (ART) untuk rapi-rapi rumah tetapi aku mengandalkan ibu untuk mengawasi anak-anak yang di tinggal di rumah selama aku bekerja.
Waktu terus berlalu….
Fisik ibu semakin hari semakin melemah. Untuk berjalan saja harus dibantu dengan tongkat, penglihatan ibupun sudah mulai tidak awas. Dibalik keterbatasnya beliau tetap berusaha untuk menjaga kedua cucunya. Sampai akhirnya, saat bekerja di kantor aku menerima kabar ibu terpeleset di kamar mandi, kepalanya membentur dinding. Pembuluh darahnya pecah dan saat dibawa ke rumahsakit, nyawanya tak terselamatkan.
Aku meraung panjang,
Sempat protes mengapa ibu dipanggil secepat itu, “AKU TIDAK SIAP TUHAN!”, teriakku keras.
Namun saudara-saudara ibu menguatkanku,
“Dennise, jangan berkata seperti itu! Jangan mengandalkan manusia. Memang sudah waktunya mamamu berpulang pada pemiliki kehidupan. Itu artinya Tuhan ingin kamu lebih mengandalkan DIA. Kamu harus lebih dekat pada Sang Pencipta. Sekarang kamu bertiga di rumah dengan anak-anak. Percaya anakmu akan bisa mandiri tanpa neneknya. Mereka sudah SMA dan SMP, jangan terlalu mengkhawatirkan”

Jiarah ke tempat peristirahatan terakhir ibu
Ada lagi saudara ibu yang berkata,
“Dennise kamu harus percaya bahwa Tuhan akan menjaga anakmu. Mereka menjadi pribadi yang mandiri. Kamu jangan berhenti bekerja. Percayalah mereka bisa mengurus dirinya.”
Memang sulit mengikhlaskan orang yang dicintai,
Tetapi manusia berkehendak namun keputusan akhirnya tetap saja Sang Pencipta. Umur ibu di dunia hingga 79 tahun. Walaupun awalnya tertatih-tatih menjalani hidup dan sempat gamang apakah bisa membesarkan anak-anak tanpa ada pengawasan ibu sementara aku bekerja di kantor.
Berkat semangat yang diberikan orang-orang sekitar yang mencintaiku,
akhirnya kini anak-anakku sudah tumbuh menjadi anak remaja yang mandiri. Kuakui kekuranganku mereka jarang aku temani belajar ataupun membantu membuatkan PR sekolah. Karena terkadang aku pulang malam. Kalau lagi ada neneknya, mereka ditemani nenek belajar. Beruntungnya anakku mandiri, belajar sendiri.
Sebuah pelajaran hidup yang aku dapatkan…
- Hidup jangan banyak mengeluh
- Masalah untuk dihadapi bukan dihindari
- Percayalah badai itu pasti berlalu
- Andalkan Tuhan dalam setiap rencanamu
- Tanggalkan beban hidup dan teruslah maju
Ah ibu,
Andai masih ada disini. Pasti kau ikut bahagia karena kini kedua cucumu, yang dulu engkau didik dan besarkan mereka sekarang sudah remaja. Menjadi anak baik dengan pribadi mandiri.
Aku & kedua gadisku
I Luv Ibu…
Ibu pasti sekarang sedang menari bersama malaikat di Surga, melihat kami yang tinggal di dunia penuh sukacita menjalani hari esok yang penuh harapan. Aku akan selalu mengingat kebaikan dan pelajaran hidup darimu, ibu. Untuk tidak dendam, mengampuni dan bersemangat menjalani hidup (D/s)
Selalu salut dan kagum dengan para ibu yang berjuang membesarkan anak-anak sendirian, itu tentu tidak mudah.
Ah banyak sekali pelajaran hidup dari Ibu ya, turut mendoakan semoga beliau tenang di sisi Bapa di surga. amin.
Terimakasih ya
Pengorbanan seorang ibu memang tiada batasnya ya. Melakukan apapun demi buah hati adalah hal yang sangat membahagiakan nya
Di saat titik terendah emang support system paling hebat itu ibu. Aku juga pernah berada di fase terpuruk dan gak kebayang kalo ibu gak ada. Yang sedihnya, sebagian orang lagi nggak seberuntung itu, ibu yang jadi pendukung utama malah jadi penyebab kekacauan utama (ya mirip Mong Dong Eun di The Glory).
Aku nano-nano baca tulisan mbak Dennise ini. Ada sedih tapi juga ikut bahagia masa-masa sulit itu sudah terlewati. Sehat selalu mbak dan anak-anak. Aamiin.
Badainya sudah berlalu kak,berkat ibu yang mendampingi
Kak Deniiseeee virtual hugs
aku salut bgt dengan dirimu…
bisa kuaattt bgt hadapi ujian hidup
Terimakasih sayang untuk suportnya
Luar biasa dan salut dengan peran ibu Mbak Dennise. Semoga ibu bahagia di alam sana ya, Mbak. Tetap kuat untuk Mbak Dennise dan keluarga.
Terimakasih ya mbak
Setiap ibu memiliki perjuangannya masing-masing. Dan bagiku, ibu adalah sekolah pertama bagi anak dan keluarganya. Banyak pula pelajaran dan kebaikan yang bisa dipetik dari keseharian seorang ibu. Meski fisiknya kadang terlihat biasa saja, namun kekuatan seorang ibu itu kadang diluar batas nalar kita sebagai manusia biasa. Terima kasih sudah berbagi cerita ini, kak.
Kembali kasih kak
Sungguh sebuah kisah inspiratif yang ‘cukup mengharukan’ bagi saya. Semoga saya bisa lebih bertanggung jawab pada keluarga dan juga memimpin keluarga dengan baik. Salut untuk kak Denise.
Terimakasih ya
setiap manusia selalu ada aja ujian kehidupan, dan salut dengan ibu-ibu perkasan yang nggak pantang menyerah dengan kehidupan demi anak-anak. Semoga selalu diberikan keluasan hati yang sabar dan lapang untuk menerima kehilangan, peluk virtual
terimakasih ya
Halo mba Denise. Perjuangan mba membesarkan dua anak cantik kesayangan. Mereka tahu perjuangan yang dilewati ibunda tak mudah. Semoga slalu sehat ya mba dan bahagia bersama keluarga tercinta
Terimakasih kak Al
Kehilangan ibu yang sangat disayangi pukulan luar biasa ya kak, saya pun pernah mengalami hal demikian dan saat ini saya lagi berusaha jadi ibu dan istri yang baik untuk keluarga kecilku. Salam sehat ya kak
Terimakasih kak
Alhamdulilah masih ada ibunda sewaktu mengalami problem pernikahan
Ibu emang segalanya ya? Beliau yang paham tentang anak anaknya
Gak heran Mbak Dennise akrab dengan putri2nya karena meneladani almarhum ibunda
Terimakasih ambu untuk suportnya
Hebat Kak Dennise. Nyatanya memang perempuan itu makhluk yang kuat, mandiri dan mampu menjadi orang tua tunggal yang kuat serta gigih. Saya pribadi selalu salut pada semua orang tua tunggal yang membesarkan anak-anaknya sendiri.
Saya catat nih Kak tentang lima poin pelajaran hidup yang dituliskan di atas serta harus kita pegang. Lima poin yang menguatkan langkah kita dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Selain tentu saja dukungan seorang Ibu, seorang yang bermakna dalam menjalani setiap kedukaan pun dalam kesukaan.
Terimakasih banget kak Annie untuk suportnya
Huhu turut sedih, tapi bacanya dari pengalaman2 pahit kak Dennise jadi sekuat sekarang.
Kata orang selalu ada hal baik di setiap kepahitan.
Alhamdulillah anak2nya tumbuh cantik dan membanggakan yaa 😀
Terimakasih April
Baru tahu cerita kak Dennise tentang ini.
Saluut sekali pada Kak Dennise yang kuat, bahkan tetap bersedia mengampuni dan mengasihi.
Sehat dan berkat berlimpah buat Kak Dennise, serta duo Rachel dan Glory.
Tuhan memberkati.
JBU too. Ketika kita bisa mengampuni orang yang menzolimi kita, maka sukacitapun hadir. Hidup ini terus berjalan. Maju untuk meraih masa depan.
Ibu tidak hanya jadi inspirasi untuk anak-anaknya, tapi juga mereka yang mengetahui bagaimana ibu berjuang dan berkorban.
Semoga Ibunya Kak Dennise mendapat tempat terbaik di Surga.
Rumah tangga memang tak selamanya indah ya. Pelajaran hidup yang Kakak tuliskan, pun sangat saya camkan
Terimakasih ya Teh Okti
Tak kan ada yang bisa menggantikan sosok ibu.
Daku pun juga nyesek pas mendiang mama gak ada. Namun life must go on.. semangat selalu ya kak
Thanks ya Fen
Ah iya berat banget pastinya
Semangat ya mbak Denise
Life must go on
Terimakasih ya
Bener mom… Menjadi anak tunggal dapat memiliki pengalaman unik dan mempengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan pribadi seseorang. Sebagai anak tunggal, dapat menghasilkan hubungan yang erat antara anak dan orang tua, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan kemandirian.
Terimakasih ya
Salut dan hormat untuk mendiang Ibunda tercinta. Juga buat Kak Dennise yang dengan segala kegigihannya membesarkan dua putri cantiknya. Sehat selalu Kak Dennise, Rachel dan Glory:)
Terimakasih kakak
Peluk jauh untuk Mbak Dennise, ibu yang luar biasa kuat dan tegar ❤️ Banyak sekali pelajaran yg bisa saya ambil hanya dari satu tulisan ini saja. Semoga sehat selalu untuk Mbak Dennise dan kedua putrinya 💕
terimakasih kakak
Kasih sayang seorang ibu sepanjang hayatnya, aku salut banget sama mamanya mbak. Semoga Tuhan selalu tempatkan ibu di tempat terbaikNya. Semangat juga untuk mbak Denise ya, perjalanan yang gak mudah tapi mbak Denise bisa membuktikan dengan semangat dari ibu juga ya.
Thanks ya
MashaAllaa~
Kak Dennise.. Aku kagum sama kak Dennise yang ceria dan selalu optimis. Aku tau hal ini dari setiap tulisan kak Dennise yang menginspirasi karena selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian.
Semoga masa kini dan masa depan, kak Dennise senantiasa dilimpahkan kemudahan dan kebahagiaan. Aammiin~
Nuhun teh Lendy
Kasih sayang seorang ibu memang tak terbatas. Kita yang udah dewasa tetaplah anak kecil di matanya. Ketika kita kesusahan ibu tempat kita mengeluh dan kesah.
Kepergian ibu memang menjadi hal yang menyedihkan bagi kita semua. Tapi memang benar, Mbak Denisre orang kuat, menjadi ibu tunggal dengan 2 orang anak, dan tinggal ibu pula.
Terimakasih ya mbak Eri
Ibu itu adalah seseorang yang sangat berjasa ya Mba Denise. Salut ama ibu yang punya kesabaran luar biasa. Memang iya Kita itu jangan terlalu banyak mengeluh ya, Mba Denise. Sudah sejarusnha berserah pada Tuhan, pasti Dia membantu Kita.
Thanks ya untuk suportnya
Terima kasih atas sharingnya. Aku juga sedang berjuang demi anak2. Moga mereka aanak2 kita adalah masa depan kita nantinya. Btw maaf ini typo di judul dan link kah atau gimana ya
Jadi memahami saat ini ya..
Meski kata orang menjadi Ibu itu nature dan Nurture, tapi dengan belajar dari kisah kak Dennise, kita semua bisa menjadi Ibu yang dicintai dan kelak semoga dikenang dengan kebaikannya yang akan berlanjut ke anak-anak.
Beruntung sekali Mbak bisa dekat dengan Mama
Aku juga beruntung ada pengganti Mama (mama mertua) yang sayangnya seperti ke anak kandung, apalagi aku anak menantu perempuan satu-satunya
Terimakasih mbak Rachma
Makasih ya Mbk motivasinya, jadi ibu emang enggak mudah, tapi pasti bisa ya kalau terus berusaha menjadi ibu yang baik